Ngomongin Kindle #0: Prolog, atau, Akhirnya Punya Kindle Juga

Amazon Kindle, atau singkatnya Kindle, adalah seri perangkat pembaca buku elektronik (e-book) terdedikasi yang dibuat dan dipasarkan oleh salah satu online retailer terpopuler di dunia (yang hingga kini masih saja belum masuk ke Indonesia), Amazon. Kindle adalah perangkat elektronik eksklusif, maksudnya, karena fungsinya cuma satu, yaitu membaca buku atau dokumen yang formatnya digital (ebook, pdf, dan lain-lain). Belum lagi harganya yang tergolong tinggi, setara—atau bahkan lebih mahal—dengan smartphone kelas menengah seperti Xiaomi Redmi Note 3 Pro atau Samsung Galaxy J5. Bisa dimengerti, lah, ketika orang berkomentar, “Mahal juga, ya. Buat apa beli gituan cuman buat baca buku doang?” (To which I would reply in confidence, “Di luar sana ada orang yang rela ngeluarin duit 3 juta ke atas cuma biar bisa ngisep uap, ngerakit mainan, atau main game, loh.”)

Dua minggu yang lalu, saya memutuskan untuk membeli Kindle dari sebuah e-commerce lokal. Tipe Kindle yang saya dapatkan adalah Kindle Paperwhite 3, model Kindle mid-range. Artinya, Kindle Paperwhite punya fitur yang lebih canggih (backlight!) dari Kindle, dengan harga yang tak semengagetkan Kindle high-end, seperti Oasis atau Voyage.

Ketika memutuskan untuk membeli sebuah barang dan barang tersebut sudah menjadi milik kita, ada sebuah fenomena populer yang membuat kita menyesal telah membelinya, apapun alasannya. Saking populernya fenomena ini, bahasa Inggris menciptakan istilah khusus: buyer’s remorse. Sekarang sudah dua minggu saya menggunakan Kindle Paperwhite 3 ini, dan, jujur, sebagai seorang buyer saya tidak merasakan remorse. In fact, it’s one of my best electronics purchases this year. (Mostly because I bought nothing else but PS4 games.)

Namun, tentunya Kindle tidak untuk semua orang. Sebelum memutuskan untuk membeli Kindle, ada baiknya mempertimbangkan dulu hal-hal berikut.

  1. Berapa jumlah buku yang saya baca dalam sebulan? Inti dari pertimbangan ini adalah kamu harus mengetahui seberapa sering kamu dengan membaca. Kalau kamu tipe pembaca yang hanya membaca 1 atau 2 buku dalam setahun, buku-buku cetak biasa mungkin lebih cocok untuk kamu.
  2. Apa saya keberatan dengan keterbatasan dukungan format e-book Kindle? Satu hal yang perlu diingat: Kindle hanya menjual buku secara resmi dari Amazon Kindle Store. Artinya, kamu butuh software third-party seperti Calibre untuk memasukkan format e-book populer seperti .mobi, .epub, atau .pdf, yang kamu unduh dari toko buku online seperti Google Play Book Store. Kalau kamu merasa bahwa proses ini terlalu “ribet”, mungkin Kindle tidak cocok buat kamu.
  3. Apa saya kesulitan membaca buku berbahasa Inggris? Buku-buku yang dijual secara resmi di Kindle Store Amazon pada umumnya berbahasa Inggris. Tentunya kamu bisa memasukkan e-book berbahasa Indonesia yang bisa kamu dapatkan di tempat lain, namun harus menempuh langkah ekstra, seperti yang telah dibahas di atas.

Mempertimbangkan ketiga hal tersebut membuat kamu nggak semata-mata punya Kindle hanya karena ingin keren, tapi karena kamu memang adalah seorang pencinta buku atau pembaca setia yang ingin mencoba pengalaman membaca yang baru dan praktis.

(Menggunakan kata-kata seperti “pencinta” dan “setia” membuat saya terlihat seperti musisi band rock Melayu.)


Di Ngomongin Kindle, saya nulis tentang gimana saya menggunakan Kindle Paperwhite 3, hopefully nantinya berseri. Di seri selanjutnya, saya akan berbagi tentang kesan saya terhadap Kindle Paperwhite 3 setelah 2 minggu menggunakannya. Semacam review gitu, lah. Stay tuned, ya. Kapan-kapan.

Sampai jumpa!


Post ini telah dipublikasikan sebelumnya di blot.im.


 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s